DokterHewan.Org – Jangan sensi dulu! Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan seorang follower di instagram @dokterhewan. Saya mengunggah informasi tentang “kenapa memelihara ayam di belakang rumah berbahaya?“. Polosnya, dia langsung bertanya ” Kalo piara kucing bahayanya apa?”. Berikut adalah paparannya.
Campylobacteriosis
Campylobacter adalah bakteri yang menyebabkan penyakit bernama campylobacteriosis. Penyakit ini memiliki gejala diare (terkadang sampai berdarah), demam, dan sakit perut. Selain itu, rasa mual dan muntah juga sering muncul di beberapa kasus.
Penularan campylobacter umumnya melalui feses (pup) hewan yang terinfeksi, salah satunya kucing. Kotoran mereka akan mengontaminasi makanan dan air disekitarnya dan tidak sengaja termakan atau terminum. Umumnya, hal ini terjadi juga pada orang-orang yang malas mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain dengan kucing atau aktifitas lainnya. Selain itu, luka terbuka juga diyakini dapat menularkan bakteri ini dari lingkungan ke manusia. Kucing sendiri umumnya terinfeksi karena memakan daging mentah.
Kucing yang terinfeksi umumnya tidak bergejala. Namun, ada beberapa kasus ditemukan kucing yang tertular mengalami diare berdarah.
Cat Scratch Disease (Bartonella henselae)

Cat Scratch Disease (CSD) dapat diartikan penyakit cakaran kucing. Penyakit ini terjadi paska dicakar oleh kucing. Saat cakaran terjadi, kucing akan memberikan bakteri Bartonella henselae. Umumnya, area cakaran itu akan infeksi yang menyebabkan area cakaran memerah, membengkak, demam serta membuat kelenjar getah bening sekitar area tersebut membengkak. Hal ini akan muncul 1 – 3 minggu setelah terinfeksi. Gejala lain yang umum terjadi yaitu demam, infeksi pada mata, sakit di otot or bahkan gejala yang lebih serius.
Bakteri ini memang umum ditemukan pada kucing. Mereka mendapatkan bakteri ini dari gigitan pinjal, bertarung dengan kucing lain yang terinfeksi, ataupun transfusi darah. Sebagian besar kucing tidak akan memiliki gejala. Jikapun ada, demam adalah yang paling umum terjadi untuk 2 – 3 hari saja. Bakteri ini jarang menyebabkan gejala serius pada kucing, jikapun ada gejala muntah, mata memerah, pembengkakakn kelenjar getah bening, dan kurang nafsu makan adalah gejala yang paling mungkin ditemukan.
Cacing
Cacing dipylidium caninum, toxocara spp., ancylostoma spp, dan uncinaria stenocephala adalah jenis-jenis cacing yang umum dari kucing.
Kamu dapat melihat video ini untuk memahami tentang dipylidium caninum :
Cacing-cacing ini umumnya ditulari dari menelan telur-telur mereka. Ada yang dibawa oleh pinjal atau kutu loncat kucing, ada yang mengontaminasi makanan, dan ada juga terinfeksi karena kontak langsung dengan kulit.
Gejala yang ditimbulkan akan beragam. Cacing Dipylidium caninum tidak menimbulkan gejala serius selain adanya butiran seperti nasi di feses saat buang air besar. Cacing ancylostoma spp dan uncinaria stenocephala bergejala gatal dan adanya garis merah di sepanjang kulit (larve di bawah kulit). Untuk cacing toxocara spp. ada dua gejala yang mungkin muncul. Jika larva cacing ini bermigrasi ke mata, maka akan terjadi ocular toxocariasis yaitu penglihatan terganggu, peradanan di mata dan merusak retina. Umumnya hanya satu mata yang kena efeknya. Kedua, visceral toxocariasis, yaitu kondisi saat larvanya bermigrasi ke organ-organ dalam tubuh misalnya hati, paru, dan syaraf. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, kelelahan, batuk dan sakit pada perut.
Protozoa
Cryptosporidiosis dan Giardiasis merupakan protozoa yang umum menular dari kucing. Protozoa-protozoa ini umumnya tidak sengaja termakan dari hewan terinfeksi, salah satunya kucing. Umumnya manusia tertular karena memakan makanan atau minuman yang mengandung benih dari parasit ini. Gejala yang ditimbulkan umumnya diare yang diikuti cramp, sakit perut, mual dan muntah.
MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus)

Staphylococcus aureus adalah bakteri yang umum ditemukan di kulit manusia dan hewan. MRSA merupakan jenis bakteri ini yang sudah kebal terhadap antibiotik. MRSA sendiri akan menyebabkan infeksi, baik itu infeksi kulit, pneumonia dan gangguan lainnya.
MRSA menular kepada manusia dan hewan melalui kontak langsung (bersentuhan). Kucing yang tidak sakit dapat membawa MRSA dan menularinya kepada manusia. Manusia dan kucing yang membawa MRSA tidak menunjukkan gejala. Namun, saat berubah menjadi infeksi MRSA umumnya akan ada infeksi kulit. Jika infeksi ini tidak terobati maka akan menyebar ke paru, pembuluh darah dan dapat mengancam nyawa.
Rabies
Rabies ditularkan melalui gigitan dari hewan yang terinfeksi rabies. Kucing juga dapat tertular rabies dan menularkannya kepada manusia melalui gigitan. Jika tertular, manusia akan mengalami gangguan syaraf dan dapat menimbulkan kematian.
Penularan rabies dapat terjadi melalui kontak dengan air liur atau otak (bagian sistem syaraf) hewan yang tertular, umumnya melalui goresan ataupun gigitan.
Gejala kucing yang memiliki rabies yaitu perubahan sikap dan lumpuh yang progresif. Terkadang, kucing terlihat tidak pernah lelah, sesak nafas, dan cenderung menyerang orang, hewan lain atau apapun objek di depannya. Umumnya, hewan yang memiliki rabies akan mati beberapa hari setelah gejala muncul. ]
Ringworm

Umumnya, semua pemilik kucing di Indonesia sudah mengenal istilah ini. Ringworm merupakan infeksi jamur pada kulit, rambut dan kuku manusia maupun hewan. Jamur ini umumnya ditularkan dari kontak langsung, yakni bersentuhan langsung ataupun dari lingkungan.
Gejala yang terjadi yaitu gatal, kebotakan di bagian kulit atau area yang terinfeksi diikuti dengan bentukan cincin-cincin merah. Kuku yang terinfeksi umumnya akan berubah warna, tebal dan terlihat bergelombang. Kucing yang terinfeksi ringworm dapat menunjukkan gejala serupa, namun juga dapat tidak bergejala alias tidak memiliki tanda-tanda apapun.
Salmonellosis
Selayaknya pada postingan “kenapa memelihara ayam di belakang rumah berbahaya?”, kucing juga dapat menularkan bakteri yang bernama salmonella spp. Manusia umumnya terinfeksi dari makanan yang terkontaminasi atau dari makanan kucing yang terinfeksi, khususnya makanan mentah.
Gejala yang ditimbulkan umumnya diare, demam, dan sakit perut. Gejala umumnya mulai dalam 6 jam hingga 4 hari setelah infeksi. Kucing yang terinfeksi umumnya tidak bergejala, namun pada anak kucing akan memiliki keluhan diare.
Tickborne Disease
Tickborne Disease merupakan istilah yang digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh kutu dari hewan. Lyme disease, tularemia, ehrlichiosis, dan babesiosis merupakan penyakit-penyakit yang termasuk dalam kategori ini. Gejala yang ditimbulkan dapat berbeda disetiap penyakit, namun secara umum yaitu demam, merasa kedinginan, radang sendi, dan kadang lebam di beberapa bagian tubuh.
Penularan penyakit ini umumnya disebabkan oleh gigitan kutu-kutu dari hewan. Saat menggigit manusia, air liur kutu akan masuk melalui kulit dan menularkan penyakit dari sana. Umumnya kutu-kutu ini akan hinggap di lingkungan tempat manusia menghabiskan waktu. Area-area berumput, kayu-kayuan dan kawasan karpet merupakan area yang paling mereka sukai.
Toxoplasmosis
Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditemui di tanah, air, daging dan pup dari hewan yang terinfeksi (umumnya kucing). Manusia mendapatkan toxoplasmosis umumnya dari kontak dengan pup atau daging yang tidak dimasak sempurna. Kucing terinfeksi dari tikus, burung dan hewan-hewan kecil lainnya.
Manusia yang sehat tidak akan memiliki gejala terhadap toxoplasmosis, namun bisa juga menunjukkan gejala berupa flu dan gangguan mata walupun jarang terjadi. Pada manusia yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, dapat menunjukkan gejala serius bahkan gangguan otak. Pada wanita hamil, penyakit ini dapat beresiko terhadap janin yang dikandung.
Untuk memahami toxoplasmosis, silakan lihat video di bawah ini :
Bagaimana untuk tetap sehat disekitar hewan?
- Selalu cuci tangan dengan sabun
- Bersihkan area bermain kucing. Rutin membersihkan litter box dan letakkan di area yang tidak mudah dijangkau oleh keluarga lain, khususnya anak-anak.
- Hindari tercakar dan tergigit oleh kucing.
- Selalu monitor kesehatan hewan
- Rutin melakukan pengecekan, vaksin dan obat cacing bagi hewanmu
- Makanlah makanan yang dimasak sempurna
- Terapkan pola hidup bersih dan sehat
Referensi : Centers for Disease Control and Prevention


Leave a comment