DokterHewan.Org – Hewan liar harus hidup di alam liar. Tren men-dosmetikasi hewan ini harus dihentikan sesegera mungkin. Berikut adalah alasan-alasannya ;

1. Hewan liar seharusnya di alam liar
Anjing dan kucing sudah di domestikasi sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka dapat hidup dengan harmonis dengan manusia. Sedikit berbeda, hewan liar dilahirkan untuk menjadi bebas di alam liar (wild).
Hewan liar memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan perilaku hidupnya. Hal inilah yang menjadi dasar kenapa hewan liar tidak boleh dijadikan hewan peliharaan. Ekspresi-ekspresi natural yang harus dilakukan itu tidak akan mampu dilakukan jika dipelihara di rumah. Hal ini menentang 5 freedom rule, artinya melanggar aturan kesejahteraan hewan.
2. Hewan liar ditangkap secara brutal dari alam
Jika kamu memiliki hewan liar yang dipelihara di rumah, kamu telah berkontribusi terhadap penangkapan mereka secara tidak berperikemanusiaan. Hewan liar yang ditangkap akan dijerat secara kasar, menimbulkan rasa sakit, ketakutan bahkan tidak sedikit yang berakhir kematian. Mereka akan dimasukkan ke kandang-kandang yang tidak layak, ditransportasikan yang tidak memenuhi standart dan akhirnya mati kelelahan.
Tidak sampai disitu, penangkapan secara massive tentunya akan mengganggu keseimbangan alam. Hal ini akan memberikan efek domino. Kematian hewan lain dan atau naiknya populasi hama bisa saja disebabkan oleh hal ini.
3. Hewan liar hasil penangkaran
“…tttaaaapi… kan hewan exotic saya dari hasil penangkaran” ungkap salah satu teman.
Hewan liar hasil penangkaran dipercaya sebagai alternatif yang manusiawi untuk memelihara hewan liar. Namun, praktek ini sebenarnya sama-sama menyebabkan penderitaan bagi mereka. Hewan-hewan malang ini akan dijadikan mesin beranak dan dimasukkan ke kandang-kandang kecil selama hidup mereka.
Fisik dan mental hewan akan terpengaruh terhadap perilaku ini. Kualitas keturunan mereka akan cenderung menurun, resiko kawin sedarah makin tinggi dan tidak sedikit oknum penangkaran mencoba mengawinkan mereka untuk mendapatkan keturunan yang unik untuk mendapatkan penghasilan lebih banyak. Namun, hal ini membuat mereka mengalami kecacatan terjadwal dan memiliki masalah hidup untuk keturunan kedepannya.
4. Kebutuhan hewan liar tidak akan mampu kamu penuhi
Hewan liar memerlukan lingkungan yang sesuai agar mereka hidup dengan layak. Walaupun kamu seorang sultan dengan kekayaan yang tidak habis 19 turunan. Kamu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini membuat mereka akan tersiksa secara fisik dan mental. Apalagi bagi kamu yang bukan siapa-siapa, jangan banyak gaya!
Contohnya, burung African Grey Parrot umumnya akan terbang sekitar 10 kilometer dalam sehari untuk mencari makan dan berinteraksi bersama komunitasnya. Saat mereka dipelihara di rumah, umumnya mereka akan dikandangkan seorang diri di kandang yang kecil. Hal ini membuat mereka stress. Frustasi ini terekspresi kepada tingkah laku sehari-harinya. Umumnya mereka akan melakukan self-mutilation dengan mencabuti bulu-bulunya sampai botak.

5. Perdagangan hewan liar mengancam populasi
Saya tidak perlu menjelaskan mengenai ini. Kamu sudah pasti mengerti. Namun kenapa kamu masih melakukannya?
6. Perdagangan hewan liar itu mematikan.
Hewan liar ditangkap dengan kasar. Jerat-jerat yang menyakitkan akan di pasang disekitar rumah mereka. Kemudian dimasukkan ke dalam kandang yang hanya muat tubuh mereka saja, dan tidak diberikan ruangan untuk bergerak. Mereka dikirim dalam posisi seperti itu untuk perjalanan yang panjang. Tidak dapat bergerak, lelah, stress, dan tidak adanya makanan makin menyiksa mereka. Umumnya mereka akan menderita, kelaparan, dan sakit sebelum mencapai lokasi tujuan mereka.
7. Mereka dapat membawa penyakit zoonosis

The World Health Organization (WHO) dan para ahli penyakit menular setuju bahwa di masa yang akan datang, penyakit pandemik zoonosis pada manusia akan bersumber utama dari hewan liar. 75% dari penyakit menular dalam beberapa dekade terakhir berasal dari hewan liar. Penyakit-penyakit itu antara lain : SARS, MERS, Ebola, dan Covid-19.
Kesimpulannya
Tren memelihara hewan liar sebagai hewan kesayangan harus segera dihentikan. Mereka tidak sepatutnya mendapatkan perlakuan yang tidak berperikemanusiaan. Hewan liar seharusnya tinggal di alam liar. Jika kamu sudah terlanjur memelihara hewan liar, alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter hewan yang ahli di bidang hewan liar. Apa saja yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, atau mungkinkah mereka dikembalikan ke alam mereka? Kamu yang bisa menjawab.
Referensi :


Leave a comment