DokterHewan.Org – Tulisan saya tentang “Telinga Kucing atau Anjing yang hangat, apakah dia demam?” mendapatkan respon yang positif. Namun, tidak sedikit yang bertanya sebaliknya.
“Jika lebih hangat itu normal, kenapa kucing saya telinganya dingin ya dok? Apakah saya perlu khawatir?” ungkap salah satu subscriber saya di Youtube.
Normalnya, telinga anjing dan kucing hangat. Telinga mereka ditumbuhi oleh bulu-bulu tipis dan pembuluh darah yang dekat dengan kulit. Hal inilah yang membuat telinga anjing dan kucing terasa lebih hangat. Namun, jika sebaliknya. Berikut adalah 5 alasan kenapa telinga anjing atau kucing terasa lebih dingin.
1. Hewan Kedinginan

Telinga hewan berfungsi sebagai termoregulasi. Ketika suhu lingkungan panas, pembuluh darah di telinga akan mengembang (dilatasi) dan membuat aliran darah ke area telinga meningkat. Hal ini akan membuat tubuh akan melepaskan panas sehingga menurunkan suhu tubuh. Sebaliknya, ketika suhu lingkungan dingin, tubuh akan memberikan instruksi agar aliran darah difokuskan ke bagian organ-organ vital. Pembuluh darah di bagian kaki dan telinga akan mengecil. Hal ini akan membuat tubuh tetap hangat, namun dampaknya area kaki dan telinga menjadi lebih dingin dari normalnya.
Hal inilah yang menjadi alasan pertama. Telinga dingin dapat mengindikasikan hewan sedang kedinginan. Tubuh mereka berusaha untuk menyimpan panas dan membuat pembuluh darah di sekitar telinga menjadi menyempit dan akhirnya telinga menjadi dingin.
2. Beristirahat

Selayaknya manusia, saat beristirahat telinga hewan akan cenderung lebih dingin. Pada saat tidur, semua aktifitas tubuh akan menurun. Detak jantung menurun (mode istirahat) dan metabolismepun menurun. Hal ini membuat aliran darah ke organ-organ tubuh akan menurun, termasuk ke organ kaki dan telinga. Hal inilah yang membuat telinga hewan akan cenderung dingin saat mereka beristirahat.
3. Penyakit

Jika suhu di luar tubuh panas dan telinga kucing tetap dingin. Hal ini bisa dicurigai bahwa hewan dalam keadaan tidak baik. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, keracunan, luka dan penyakit-penyakit yang menyebabkan shock. Shock sendiri merupakan reaksi tubuh yang menyebabkan hypotensi, hypothermia, cardiac arrhthmias dan menyebabkan kerusakan sell dan jaringan. Penyebabnya dapat berupa trauma, kehilangan darah, jantungan, infeksi bakteri dan keracunan.
Gejala yang umumnya yang umumnya mengikuti berupa lemas, detak jantung dan pernafasan meningkat, muntah dan diare. Terkadang diikuti demam pada gejala awal, namun kemudian akan dilanjutkan menurunkan suhu tubuh. Jika hal ini terjadi, kamu wajib langsung membawa hewanmu ke dokter hewan terdekat.
4. Gangguan Jantung

Penyakit jantung dapat menyerang berbagai tahap usia. Pada hewan, penyakit jantung tidak akan memperlihatkan gejala klinis. Bahkan, pada beberapa pemeriksaan, penyakit jantung tidak akan terdiagnosa. Ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan baik. Organ-organ yang jauh dari jantung tidak akan mendapatkan suplai yang cukup, salah satunya telinga. Hal inilah yang membuat mereka lebih dingin.
5. Kucing Senior

Kucing yang berusia tua atau senior lebih cenderung susah dalam meregulasikan suhu tubuhnya. Hal ini dapat dikaitkan dengan perubahan metabolik dan kondisi kesehatan mereka. Umumnya, hewan tua mengalami penurunan fungsi organ tubuh, termasuk di dalamnya jantung. Hal inilah yang membuat mereka lebih mudah kedinginan.
Usia senior disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk menilai kondisi kesehatan mereka. Menimbang apakah hewanmu perlu diberikan bantuan untuk memaksimalkan kualitas hidupnya.
Referensi:


Leave a comment