DokterHewan.Org – Setiap keluarga di Indonesia memiliki cara sendiri dalam menyimpan telur di rumah. Ada yang meletakkannya di meja di rumah, ada yang menyimpannya di dalam kulkas dengan kardusnya, ada yang dengan sengaja membelikan wadah lucu agar penyimpanan telurnya menjadi estetik, dan ada juga yang ekstrim hingga sampai menyimpannya dengan cara dibekukan. Lantas, bagaimanakah penyimpanan telur yang baik dan benar?
Kardus, tidak pakai kardus atau pakai wadah estetik?

Simpanlah telurmu di dalam wadah kardusnya! Wadah kardus telur akan menjaga telur dalam posisi yang aman. Mereka akan menjaga telur dari benturan, bergelinding dan minim dari getaran. Selain itu, wadah telur yang digunakan di berbagai supermarket akan ada tulisan kapan masa terbaik dalam penggunaan telur. Tentunya hal ini akan membantu kamu dalam menggunakan telur dalam masa terbaiknya.
Selain sebagai fungsi menjaga bentuk fisiknya. Kardus telur juga berfungsi sebagai penjaga telur dari reaksi kimiawi. Kardus telur akan menjaga telur dari bau-bau menyengat di area telur disimpan. Selain bau, suhu telur saat penggunaan kardus telur akan cenderung lebih stabil dan tidak mengalami peningkatan dan penurutan yang signifikan. Hal inilah yang membuat mereka akan berumur lebih panjang dan dengan kualitas yang tetap baik.
Bagaimana dengan wadah telur yang estetik? Secara pribadi saya kurang menyarankannya. Pemindahan telur akan berefek terhadap getaran dan retakan. Hal ini akan menurunkan kualitas telur dan kemungkinan retak akan meningkat. Selain itu, beberapa wadah estetik telur membuat telur menggelinding secara berlebihan, tentunya hal ini memperburuk kualitas penyimpanan telur.
Dimana saya sebaiknya menyimpan telur? Suhu ruangan atau kulkas?
Telur sebaiknya disimpan di area yang suhunya stabil dibawah 20 derajat celcius. Nah, jika kamu tinggal di area dingin dengan suhu dibawah 20 C, telur sebaiknya disimpan di suhu ruangan saja. Namun wajib dipastikan perubahan suhu di ruangan itu tidak ekstrim serta terhindar dari sinar matahari langsung. Namun, jika suhu di area kamu lebih dari suhu di atas, penyimpanan di dalam kulkas adalah yang paling direkomendasikan.

Cara penyimpanan terbaik telur adalah di dalam kulkas. Hal ini disebabkan kulkas mampu mengontrol suhu dengan stabil dan konstan. Hal ini akan membuat telur berumur lebih panjang dan kesegarannya lebih terjaga.
Bagaimana dengan telur sisa atau retak?
Nah, jika kamu memiliki hobi memasak kue dan memiliki sisa kuning telur atau putih telur atau secara tidak sengaja memecahkan telur atau telurnya retak. Bagaimana cara penyimpanannya? Apakah bisa?

Bisa! Kamu dapat menyimpannya di dalam kulkas untuk beberapa hari kedepannya. Pastikan untuk menyimpan kuning dan putih telur dengan kondisi terpisah. Wadah yang digunakanpun harus wadah yang dapat ditutup dengan rapat atau dalam bahasa inggrisnya air-tight container agar tidak mengkontaminasi barang-barang lain di kulkas.
Apakah telur boleh dibekukan?
Boleh saja, namun pastikan kamu tidak membekukan telur bersama dengan cangkangnya. Telur akan retak jika dibekukan dengan cangkangnya. Hal ini tentunya akan menyebabkan kontaminasi dan akan merusak kualitas telur. Wadah yang digunakanpun harus wadah yang khusus untuk pembekuan ya!
Telur yang dibekukan dapat disimpan dan digunakan hingga 6 bulan. Jangan lupa setiap melakukan penyimpanan, kamu wajib melabeli wadah dengan tanggal penyimpanannya. Hal ini akan membuat kamu tahu sudah berapa lama telur disimpan.
Berikut adalah informasi lama penyimpanan telur dan tekniknya
Daya tahan telur saat disimpan di dalam kulkas
| Jenis Telur | Kulkas dengan Suhu dibawah 20 C |
| Telur dengan cangkang | 4 – 5 minggu atau 3 minggu setelah dibeli |
| Telur retak atau tanpa cangkang | Maksimal 2 hari |
| Putih telur mentah | Maksimal 4 hari |
| Kuning telur mentah | Maksimal 2 hari |
| Telur rebus yang masih bercangkang | Maksimal 1 minggu |
| Telur rebus yang sudah dikupas | Gunakan saat pengupasan |
Daya tahan telur saat disimpan dalam freezer (dibekukan)
| Jenis Telur | Freezer (dengan suhu dibawah 0 C) |
| Telur dengan cangkang | Tidak direkomendasikan |
| Telur tanpa cangkang atau retak | Maksimal 1 tahun |
| Putih telur mentah | Maksimal 1 tahun |
| Kuning telur mentah | Maksimal 1 tahun |
| Telur rebus yang masih bercangkang | Tidak direkomendasikan |
| Telur rebus yang sudah dikupas | Tidak direkomendasikan (Putih telur rebus akan keras dan berair) |
Referensi


Leave a comment