DokterHewan.Org – Pernafasan hewan dapat menjadi indikator kesehatan hewan. Resting Respiratory Rate merupakan istilah yang paling sering digunakan oleh dokter hewan, yakni rentang jumlah pernafasan hewan saat mereka sedang istirahat (resting). Secara sederhana, jumlah hewan bernafas saat mereka tidur.
Resting Respiratory Rate umumnya dianjurkan oleh dokter hewan pada saat hewan memiliki gejala penyakit jantung1. Tapi, seiring berjalannnya waktu teknik ini juga bermanfaat untuk screeing routine di dunia praktek dokter hewan. Pernafasan hewan dapat menjadi wakil hewan stress, merasa terancam dan bahkan kesakitan.
Berapa jumlah Resting Respiratory Rate normal pada hewan?
Setiap hewan memiliki rentang yang berbeda-beda. Berikut adalah rentang normal untuk kucing, anjing, kuda, sapi, kambing dan babi menurut MSD Veterinary Manual2.
| Spesies | Pernafasan/Menit (Rentang) |
| Kucing | 16 – 40 |
| Anjing | 18 – 34 |
| Kuda | 10 – 14 |
| Sapi | 26 – 50 |
| Kambing | 16 – 34 |
| Babi | 32 – 58 |
Bagaimana cara menghitungnya?

- Pastikan hewan dalam kondisi istirahat, lebih baik saat mereka tidur.
- Perhatikan gerakan nafasnya di perut. Naik-turun-naik-turun
- Siapkan stopwatch atau timer (atur untuk 1 menit)
- Hitung pada saat gerakan perut naik atau turun saja
- Gerakan naik-naik-naik-naik saja
- atau gerakan turun-turun-turun saja
- Catat jumlah pernafasan dalam 1 menit
- Bandingkan dengan tabel di atas.
Apa yang harus dilakukan jika hewan saya di rentang pernafasan yang tidak normal?
Segera bawa mereka ke dokter hewan. Hewanmu harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Umumnya dokter hewan akan mengecek sistem jantung dan pernafasan hewanmu terlebih dahulu. Barulah bergerak ke sistem tubuh yang lainnya.


Leave a comment