DokterHewan.Org – Pertanyaan yang diajukan oleh salah satu pengikut di akun Instagram @dokterhewan mengenai kondisi ekor kucing yang bolong serta tulang yang menonjol di area tersebut memunculkan isu yang menarik. Kondisi tersebut ternyata merupakan suatu kasus yang dikenal sebagai abses, yang umumnya terjadi pada kucing (Gambar 1). Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab abses pada ekor kucing serta cara pengobatannya.


Gambar 1. Pesan dan foto yang dikirimkan pengikut di IG @dokterhewan
Abses adalah infeksi yang terjadi akibat bakteri anaerob (tidak memerlukan oksigen untuk hidup), yang mengakibatkan terbentuknya luka bernanah yang akhirnya pecah dan menghasilkan kondisi seperti yang terlihat pada foto yang dikirimkan oleh pengikut tersebut.
Penyebab utama terjadinya abses pada kucing adalah perilaku bertarung. Ketika kucing bertarung, mereka seringkali mencakar dan/atau menggigit satu sama lain (Gambar 2), dan dalam beberapa kasus, kuku yang tajam dapat menembus area punggung paling belakang, yaitu pangkal ekor. Kuku tersebut, yang mengandung bakteri, dapat terperangkap di bawah kulit. Bakteri anaerob ini kemudian berkembang biak, membentuk nanah, dan menyebabkan kulit membengkak seperti balon. Ketika kulit tidak dapat menahan tekanan nanah lagi, abses akan pecah, dan luka terbuka akan terbentuk.

Pengobatan abses pada ekor kucing bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Jika luka tersebut dangkal dan tidak terlalu luas, tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah membersihkan area luka dengan cairan infus dan menyemprotkannya hingga bersih. Setelah itu, area luka akan diolesi dengan antiseptik untuk mencegah infeksi lebih lanjut.
Rekomendasi obat untuk mengobati luka terbuka pada hewan:
- Cairan infus sebagai pembersih luka https://tokopedia.link/9fBOgArDxDb
- Penyemprot cairan infus https://tokopedia.link/DDgs7QDDxDb
- Antiseptik salep https://tokopedia.link/O9Vzk3GDxDb
Namun, jika abses terlalu dalam atau meluas, langkah terbaik adalah membawa kucing ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Dokter hewan biasanya akan membersihkan luka dengan cermat, dan dalam beberapa kasus, melakukan tindakan bedah kecil untuk mengangkat nanah dan jaringan yang terinfeksi. Luka tersebut kemudian akan dijahit jika diperlukan.
Penting untuk diingat bahwa karena abses disebabkan oleh bakteri anaerob, luka harus tetap terbuka untuk memastikan bahwa bakteri tersebut tidak dapat berkembang biak di dalamnya. Dokter hewan biasanya akan memberikan suntikan antibiotik dan obat minum antibiotik untuk beberapa hari ke depan, guna memastikan bahwa infeksi benar-benar sembuh.
Pemiliki hewan harus memahami bahwa abses pada ekor kucing dapat menjadi kondisi yang serius, dan perawatan segera oleh dokter hewan adalah langkah yang paling bijaksana. Selain itu, untuk mencegah abses di masa depan, sangat penting untuk memonitor aktivitas kucing Anda dan memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam pertarungan dengan kucing lain. Kebiri dan steril merupakan opsi yang paling bijaksana untuk saat ini. Keselamatan dan kesehatan hewan peliharaan Anda adalah prioritas utama.


Leave a comment