DokterHewan.Org – Baru-baru ini, saya membaca sebuah postingan di LinkedIn dari kolega saya, Drh. Lady Konfidenia Chintari, yang saat ini sedang menempuh pendidikan magister di The University of Edinburgh. Dalam studinya, dia berkesempatan untuk ke Dick Vet Hospital, khususnya di departemen internal medicine dan klinik khusus kucing, Drh. Lady mengangkat topik yang menarik tentang pengukuran suhu pada kucingya, jika Anda pernah membawa kucing ke dokter hewan, mungkin Anda pernah melihat kucing yang memberontak ketika suhunya diukur. Ini karena pengukuran suhu pada hewan sering kali dilakukan secara rektal (melalui anus), yang tentu saja bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi kucing, apalagi di lingkungan asing yang membuat mereka semakin stres.

Yang mengejutkan dari temuan Drh. Lady adalah bahwa di klinik tempatnya belajar, pengukuran suhu melalui ketiak (axillary temperature) lebih dianjurkan untuk mengurangi stres pada pasien kucing. Pendekatan ini tampaknya lebih lembut dan membuat kucing merasa lebih nyaman, sehingga dapat mengurangi perlawanan atau ketakutan berlebihan .
Tertarik dengan temuan tersebut, saya langsung menelusuri jurnal yang menjadi acuan di sana. Jurnal berjudul “Comparison of Axillary, Tympanic Membrane and Rectal Temperature Measurement in Cats” membandingkan tipengukuran suhu, yaitu melalui ketiak, telinga, dan rektal/anus. Hasilnya menunjukkan bahwa pengukuran suhu melalui ketiak dan rektal memberikan hasil yang cukup mendekati, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Syarat pertama, pengukuran suhu melalui ketiak hanya akurat pada kucing dengan body condition score (BCS) normal atau kurus, sedangkan pada kucing yang obesitas, metode ini tidak dianjurkan. Selain itu, termometer yang digunakan dalam penelitian ini adalah merk Kruuse, sehingga hasil mungkin berbeda jika menggunakan merk lain. Akurasi pengukuran suhu melalui ketiak berada pada kisaran 0,1°C antara suhu 35°C hingga 39°C, dan sekitar 0,2°C di luar rentang tersebut .
Nah, menurut Anda, Teknik mana yang lebih nyaman untuk kucing Anda? Pengukuran melalui ketiak atau rektal?
Referensi:
- Konfidenia Chintari, L. (2024, October 20). Post on feline temperature measurement and stress reduction at The University of Edinburgh’s Dick Vet Hospital. LinkedIn. https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7245449942582910976/
- Quimby, J. M., Smith, M. L., & Lappin, M. R. (2015). Comparison of axillary, tympanic membrane and rectal temperature measurement in cats. Journal of Feline Medicine and Surgery, 17(1), 44–49. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25600082/

Leave a comment