Tren Selfie dengan Hiu Paus: Keren di Instagram, Bahaya di Lautan

DokterHewan.Org – Berenang dengan hiu paus sedang jadi tren wisata laut yang digandrungi banyak orang, terutama di tempat-tempat seperti Oslob, Filipina. Tapi, tahukah kamu kalau di balik pengalaman ‘sekali seumur hidup’ ini, ada dampak serius bagi hiu paus dan ekosistem disekitarnya?

Yuk, simak kenapa saya memilih tidak ikut tren berenang dengan hiu paus:

1. Perilaku Makan Jadi tidak Alami

      Hiu paus yang seharusnya menyaring plankton sambil berenang, kini terbiasa diberi makan oleh manusia dari atas perahu. Mereka naik ke permukaan secara vertikal, bukan gaya makan alaminya. Ini mengganggu insting dan pola makan mereka.

      Sumber: LAMAVE (Large Marine Vertebrates Research Institute Philippines)

      2. Pola Migrasi Terganggu

      Hiu paus seharusnya bermigrasi jauh mengikuti musim dan lokasi makan. Tapi karena terus diberi makan, mereka malas bergerak. Akibatnya, proses reprodujsi alami bisa terganggu dan mengancam populasi mereka.

      Sumber: Springer Environmental Management Journal

      3. Cedera dari Kapal Wisata

      Banyak hiu paus mengalami luka di tubuhnya karena terkena baling-baling atau tersenggol perahu saat mendekati pemberi umpan. Luka ini bisa meninggalkan bekas permanent dan membuat mereka stres.

      4. Umpan tidak bernutrisi

      Mereka sering diberi makan udang rebon atau pelet, yang bukan makanan alami mereka. Gizi yang kurang tepat bisa menyebabkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

      5. Insting alami menghilang, hiu jadi manja

      Karena terbiasa diberi makan, hiu paus tidak makan sama sekali saat tidak ada turis. Mereka kehilangan kemampuan berburu alami dan menjadi terlalu bergantung pada manusia.

      6. Minim edukasi, banyak pelanggaran

      Beberapa operator wisata gagal memberikan edukasi yang tepat kepada wisatawan. Banyak yang tidak tahu bahwa menyentuh, memblokir jalan, atau berenang terlalu dekat bisa membuat hiu paus stress, bahkan berbahaya untuk manusia juga.

      Sumber: National Geographic

      Laut bukan tempat sirkus

      Kita boleh mengagumi hiu pasu, tapi tetap dari kejauhan. Biarkan mereka hidup bebas dan alami seperti seharusnya. Wisata alam seharusnya tidak menjadikan hewan liar sebagai objek hiburan, apalagi dengan cara merugikan mereka.

      Jangan biarkan kesenangan sesaat merusak alam selamanya. Kita bisa tetap mencintai laut tanpa menyakiti penghuninya. Jadilah wisatawan yang bijak dan bertanggung jawab!

      bagaimana menurutmu?

      Posted

      in

      ,

      by

      Comments

      Leave a comment