Kenapa memelihara ayam di belakang rumah berbahaya?

Photo by Todd Trapani on Pexels.com

DokterHewan.Org – Hobi memelihara ayam dan bebek di belakang rumah sudah menjadi hobi sebagian besar rakyat dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka memiliki berbagai tujuan, antara lain untuk hobi, dimakan, dan telur. Teknik pemeliharaanpun cukup unik, ada yang dikandangkan, dilepaskan pagi dan malam dikandangkan serta ada juga yang dilepaskan selama 24 jam sehari.

Praktek memelihara hewan di kawasan rumah menjadi perhatian khusus belakangan ini. Kegiatan ini memang akan menyenangkan dan mendidik. Namun, hewan jenis ayam, bebek, burung-burungan serta sejenisnya dapat menyebabkan penyakit kepada manusia.

Flu burung, Campylobacteriosis, E. coli, Histoplasmosis, Salmonelosis serta Chlamydophilosis adalah jenis-jenis penyakit yang ditakutkan menular kepada manusia saat praktek pemeliharaan ini. Lima penyakit ini dapat menyebabkan sakit kepada manusia (zoonosis). Gejalanyapun cukup bervariasi. Demam tinggi, gangguan sistem saluran nafas, nyeri di perut, diare, mual, dan muntah merupakan gejala yang paling umum ditemukan. Kuman-kuman ini memang umum terdapat pada ayam, serta ayampun tidak bergejala dan tidak terlihat sakit.

Selain penyakit, pemeliharaan ayam di belakang rumah akan menyebabkan gangguan lainnya. Bising, bau busuk, serta hama-hama ayam akan menyebabkan gangguan kepada orang sekitar rumah pemeliharaan. Hal ini tentunya akan menyebabkan ketidakharmonisan kegiatan hidup bertetangga. Khususnya tetangga yang memiliki anak di bawah lima tahun, oarang tua di atas 65 tahun serta keluarga-keluarga yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuhnya. Ketiga orang ini memiliki resiko tinggi terhadap penyakit-penyakit ini.

Apa yang harus dilakukan agar hal itu tidak terjadi?

Photo by Oleksandr Pidvalnyi on Pexels.com

Area ayam bermain dan berkeliaran haruslah di batasi. Hal ini akan membuat batasan kuman-kuman ini tidak mencemari area-area yang biasa kita lalui. Dan upayakan kandang ini agak berjauhan dengan rumah serta rumah tetangga.

Selain itu, berikut adalah hal-hal yang disarankan untuk mengurangi resiko terpapar penyakt zoonosis dari ayam :

  • Hindari kontak langsung dengan ayam, bebek maupun burung-burungan. Misalnya memeluk atau menyium hewan – 13 persen dari pasien yang tertular karena melakukan praktik ini.
  • Ketika memegang hewan, jangan sentuh area wajah. Cucilah tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air hangat.
  • Dianjurkan agar tidak makan dan minum sekitar ayam, burung, dan bebek.
  • Hindari memelihara unggas di dalam rumah – 65% dari kasus penularan karena membiarkan ayam masuk ke dalam rumah.
  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari – Ganti baju setelah bermain bersama burung dan selalu cuci tangan sebelum makan.

Bagaimana dengan bising, bau dan hama-hama ayam?

Ayam berkokok akan menyebabkan suara bising bagi sebagian orang. Hal ini merupakan kegiatan natural dan tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, usahakan lokasikan kandang ayam agak berjauhan dari rumah tetangga. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya minta izin tetangga sebelum memelihara burung maupun ayam.

Bau busuk umumnya muncul saat adanya akumulasi tinja dari unggas. Pembersihan harus dilakukan setiap hari agar bau tidak terjadi. Tinja dari unggas dapat dijadikan pupuk untuk tanaman-tanaman yang ada di rumah. Jika jumlah terlalu banyak, alangkah baiknya buang agak jauh dari pemukiman warga (misalnya di kebun).

Hama ayam berupa tikus dan kutu umumnya akan muncul saat kondisi kandang yang tidak bersih serta makanan yang berantakan. Untuk mengurangi kemungkinan hama ini datang, terapkan pembersihan kandang yang rutin. Makanan ayam harus disimpan dengan baik dan benar. Usahakan area kandang ayam selalu kering agar tidak mengundang tikus untuk datang.

Bagaimana praktik pemeliharaan ayam di kawasan tempat tinggalmu?

Referensi :


Posted

in

by

Comments

3 responses to “Kenapa memelihara ayam di belakang rumah berbahaya?”

  1. ebensquirrel Avatar

    Pelihara jenis ayam serama yang lucu suaranya nyaring mulai jam 02.00 dinihari. Senang lihat telurnya dan kumpul-kumpulannya ayam betina ini pas sama jantannya. Punya bulu khas dan kate. Apalagi pemeliharaannya baik juga bersih cepat banyak dibantu pakan bervitamin. Senang deh.

    Liked by 1 person

    1. Drh. Habyb Palyoga Avatar

      Benar sekali. ๐Ÿ™‚

      Like

Leave a reply to ebensquirrel Cancel reply